KALIMANTAN BARAT – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, NU CARE LAZISNU PWNU Kalimantan Barat menghadirkan program apresiasi bagi guru ngaji di pelosok desa sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka dalam membimbing generasi muda mencintai Al-Qur’an. Guru ngaji memiliki peran penting dalam membangun karakter dan akhlak generasi penerus bangsa. Dengan penuh keikhlasan, mereka terus mengajarkan Al-Qur’an, doa-doa harian, serta nilai-nilai keislaman kepada anak-anak, meskipun dalam keterbatasan sarana dan prasarana. Melalui program ini, LAZISNU PWNU Kalbar ingin memberikan perhatian dan dukungan kepada para guru ngaji yang selama ini mengabdikan diri di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pelosok desa. Ketua NU CARE LAZISNU PWNU Kalbar, Kholiq, menyampaikan bahwa apresiasi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para guru ngaji yang memiliki jasa besar dalam pendidikan keagamaan masyarakat. “Guru ngaji adalah pejuang pendidikan yang sering kali mengabdi dalam kesederhanaan. Mereka tidak hanya mengajarkan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai akhlak dan membentuk karakter generasi penerus. Sudah sepatutnya pengabdian mereka mendapatkan perhatian dan apresiasi,” ujarnya. Ia berharap, momentum Hari Santri Nasional tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus mendukung perjuangan para guru ngaji, terutama mereka yang mengajar di pelosok desa. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen LAZISNU PWNU Kalbar dalam menyalurkan kepedulian umat melalui program sosial dan keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui semangat Hari Santri 2026, LAZISNU PWNU Kalbar mengajak masyarakat, para donatur, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mendukung para guru ngaji agar terus bersemangat dalam mendidik generasi Qur’ani. Menghargai guru ngaji berarti menjaga cahaya Al-Qur’an tetap menyala hingga ke pelosok negeri.